Minggu, 10 Januari 2010

Pembuatan Otak Tiruan


Teknologi memungkinkan manusia melakukan sesuatu yang dulu dianggap
musykil. Ketika teknologi bersentuhan dengan Kuasa Tuhan, reaksi penentangan pun mengalir deras dari kaum agamawan. Setelah teknologi kloning, kini rencana pembuatan otak manusia diyakini bakal mendapat reaksi keras!

SEJUMLAH ilmuwan dari Technical University Lausanne, Swiss, yang tergabung dalam Blue Brain Project belum lama ini membuat klaim yang mengguncang dunia. Mereka berencana dan yakin dapat menciptakan otak tiruan manusia!
Saat ini, mereka sedang mencoba mengkreasi otak buatan dengan merekaulang sifat-sifat neuron otak yang jumlahnya mencapai miliaran, dengan bantuan komputer. Jika sukses, maka usaha pembuatan otak manusia secara resmi dapat dilakukan 10 tahun ke depan.

ëíPenelitian awal kami berhasil mensimulasi neocortex, bagian yang berkembang pesat dalam otak, untuk menangani situasi social,” kata Direktur Blue Brain Project, Prof Henry Markram, saat berbicara dalam konferensi ilmiah TED di Oxford University, Inggris, Juli lalu.

Menurut Markram, timnya telah melakukan percobaan pada tikus, dengan menggandakan elemen-elemen penting dari otak hewan pengerat tersebut. Mereka mengklaim telah berhasil melakukan simulasi tiga dimensi (3D) terhadap 10.000 sel otak manusia, untuk meniru sifat neocortex dari otak tikus.

Langkah pendahuluan inilah yang membuat mereka optimistis dapat membuat otak manusia dengan fungsi yang sama persis dengan otak asli manusia. Apapun hasilnya bisa membuat degdegan jantung seluruh umat manusia di dunia.
Kelainan Mental Meski bakal ditentang kaum agamawan, sebenarnya proyek ini juga memiliki manfaat dalam pengembangan ilmu kedokteran, terutama dalam bidang neurologi.

Misalnya, sekadar digunakan untuk memahami bagaimana informasi pancaindra dari dunia luar diinterpretasi dan disimpan dalam otak manusia.
Selain itu, bisa digunakan pula sebagai metode alternatif dalam meneliti penyakit otak tanpa perlu lagi bereksperimen kepada binatang seperti tikus, kelinci, dan kera.

ëíSimulasi otak yang ada saat ini sudah tidak canggih lagi dalam menemukan metode terapi yang tepat bagi para penderita penyakit otak dan kejiwaan,” kilahnya.

Diperkirakan terdapat dua miliar jiwa manusia di seluruh dunia yang mengidap aneka penyakit kelainan mental. Dengan temuan baru nantinya, diharapkan bisa memberi solusi baru dalam menemukan metode terapi penyakit otak yang sangat tepat.

Menurut Markram, dalam penelitian ini timnya menggunakan satu laptop hanya untuk mengkalkulasi atau memproses data dari satu neuron (saraf tunggal). Mengingat jumlah yang diteliti mencapai 10.000 sel neuron, mereka pun memerlukan 10.000 laptop!

Untuk memuluskan percobaannya, para peneliti menggunakan superkomputer IBM Blue Gene, yang mampu melakukan pemetaan fungsi otak manusia yang amat rumit.

Superkomputer ini mampu menampung jutaan algoritma dan data sekaligus untuk mengefektifkan proses tersebut.
Jangan Melenceng Tetapi yang amat dikhawatirkan adalah jika teknologi ini diaplikasikan secara melenceng. Misalnya mengganti otak manusia yang sehat, tetapi bodoh, dengan otak sintetis yang jauh lebih pintar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar